Manajemen Proyek & Resiko

Management proses
Manajemen proses adalah rangkaian aktivitas perencanaan dan pengawasan kinerja suatu proses, terutama proses bisnis . Manajemen proses mengaplikasikan pengetahuan, ketrampilan, peralatan, teknik, serta sistem untuk mendefinisikan, memvisualisasikan, mengukur, mengontrol, melaporkan, dan memperbaiki proses dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan atau laba. ISO 9001 mempromosikan pendekatan proses untuk mengelola suatu organisasi.

Management Resiko
Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.

Sasaran dari pelaksanaan manajemen risiko adalah untuk mengurangi risiko yang berbeda-beda yang berkaitan dengan bidang yang telah dipilih pada tingkat yang dapat diterima oleh masyarakat. Hal ini dapat berupa berbagai jenis ancaman yang disebabkan oleh lingkungan, teknologi, manusia, organisasi dan politik. Di sisi lain pelaksanaan manajemen risiko melibatkan segala cara yang tersedia bagi manusia, khususnya, bagi entitas manajemen risiko (manusia, staff, dan organisasi).

Dalam perkembangannya Risiko-risiko yang dibahas dalam manajemen risiko dapat diklasifikasi menjadi

* Risiko Operasional
* Risiko Hazard
* Risiko Finansial
* Risiko Strategik

Hal ini menimbulkan ide untuk menerapkan pelaksanaan Manajemen Risiko Terintegrasi Korporasi (Enterprise Risk Management).

Manajemen Risiko dimulai dari proses identifikasi risiko, penilaian risiko, mitigasi,monitoring dan evaluasi.

Abstraksi

Sungai merupakan jalan air alami menalir menuju samudra, danau atau laut, atau sungai yang lain. Banyak juga sungai yang sudah tercemar oelh limbah dan sampah, sehingga dapat menyebabkan meluapnya air sungai dan mengakibatkan banjir pada daerah sungai tersebut. Oleh karena itu, dibuatlah sebuah alat untuk mendeteksi ketinggian air sungai. Alat ini mempunyai 4 titik ketinggian dimana tiap ketinggian memiliki tinggi yang berbeda-beda. Dimana titik pertama mempunyai keluaran berupa menyalanya LED Hijau, titik kedua LED kuning, titik ketiga LED Merah dan titik keempat bunyi buzzer. Masing-masing ketinggian air akan di tampilkan pada layar LCD 16×2.

Pendahuluan

Sungai merupakan jalan air alami. Pada beberapa kasus, sebuah sungai secara sederhana mengalir meresap ke dalam tanah sebelum menemukan badan air lainnya. Dengan melalui sungai merupakan cara yang biasa bagi air hujan yang turun di daratan untuk mengalir ke laut atau tampungan air yang besar seperti danau. Sungai terdiri dari beberapa bagian, bermula dari mata air yang menalir ke anak sungai. Beberapa anak sungai akan bergabung untuk membentuk sungai utama. Aliran air biasanya berbatasan dengan kepada saluran dengan dasar dan tebing di sebelah kiri dan kanan. Penghujung sungai dimana sungai bertemu laut dikenali sebagai muara sungai. Sungai merupakan salah sati bagian dari siklus hidrologi ( sumber : http://www.wikipedia.org ).
Manfaat terbesar sebuah sungai adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya potensial unuk dijadikan objek wisata sungai. Banyak juga sungai yang sudah tercemar oleh limbah dan sampah sehingga dapat menyebabkan meluapnya air sungau yang menakibatkan banjir pada daerah sungai tersebut. Oleh karena itu dibuatlah sebuah alat untuk mendeteksi ketinggian air. Alat tersebut akan memberikan peringatan-peringatan dengan cara menampilkan ketinggian air serta statusnya, sehingga masyarakat disekitar sungai mengetahui apakah akan terjadi banjir atau tidak.

PEMBUATAN ALAT PENDETEKSI KETINGGIAN AIR

1.Alat yang digunakan :
-. Resistor
-. Kapasitor
-. XTAL
-. IC ATMEL
-. LCD 16×2
-. Dioda
-. Trimpot
-. LED
-. Buzzer
-. PCB

2.Cara membuat :
-. buatlah jalur rangkaian pada PCB, kemudia cuci PCB dengan larutan FCl
-. setelah itu pasang komponen dengan benar pada PCB
-. IC ATMEL diprogram dengan bahasa C kemudian program di unduh ke IC ATMEL
-. Cek jalur pada PCB, letak komponen apakah sudah benar atau belum.

3. Pengujian alat :


Titik air mencapai ketinggian ke – 2


Output yang dihasilkan bila air mencapai titik ke-2

Cara Kerja Alat

Cara kerja alat ini sangat sederhana. Yaitu mengubah besaran analog dari air menjadi besaran digital (ADC) yang di mengerti oleh IC ATMEL kemudian dari IC ATMEL berubah lagi menjadi besaran Analog (DAC) untuk menampilkan output berupa LCD dan indikator LED/Buzzer.


Tabel Output yang dihasilkan


Flowchart cara kerja alat

waktu yang di butuhkan

dalam pengerjaannya alat ini membutuhkan waktu 2 hari yaitu :
hari ke 1 untuk membuat jalur rangkaian
hari ke 2 untuk menempatkan komponen-komponen elektronika sesuai dengan jalur yang dibuat sebelumnya dan melakukan pengetestan terhadap alat tersebut

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian proyek alat diatas, maka didapat kesimpulan sebagai berikut :

Pendeteksi ketinggian air ini mempunyai 4 titik ketinggian air. Titik pertama berupa Status siaga 1 yang ditandai dengan LED warna hijau yang menyala, lalu titik kedua berupa status siaga 2 yang ditandai dengan LED warna kuning yang menyala, lalu titik ketiga berupa status siaga 3 yang ditandai LED warna merah yang menyala, serta titik terakhir yaitu titik ke empat berupa bunyi buzzer yang menandakan bahaya. LCD akan menampilkan masing-masing status ketinggian air yang sesuai dengan masukan pada sensor air yang diterima.

Sensor air yang sangat peka menghantarkan arus, sehingga terkadang terjadi kesalahan pada pengukuran ketinggian air ini. karena apabila sensor air ini kotor maka sensor air tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: